
Table of Contents
Wisata desa pegunungan di Jawa Tengah semakin digemari oleh para traveler, keluarga, maupun pelajar. Jika biasanya liburan identik dengan pantai atau pusat kota, desa pegunungan menawarkan nuansa berbeda: udara segar, pemandangan hijau, dan kehidupan masyarakat yang masih sederhana. Wisata semacam ini bukan hanya memberikan ketenangan, tetapi juga pengalaman otentik tentang bagaimana masyarakat desa hidup berdampingan dengan alam.
Desa wisata pegunungan di Jawa Tengah kini mulai dikelola lebih profesional, banyak yang sudah masuk kategori Desa Wisata Nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) dan mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata. Hal ini membuktikan bahwa desa pegunungan punya daya tarik besar, baik dari segi budaya, edukasi, maupun potensi ekonomi bagi warga lokal.
Pesona Alam Desa Pegunungan di Jawa Tengah
Daya tarik utama dari desa wisata pegunungan tentu saja ada pada keindahan alamnya. Panorama sawah terasering yang menghijau, hutan pinus yang sejuk, hingga pemandangan gunung yang megah menjadikan pengalaman wisata semakin istimewa.
Sejarah dan Perkembangan Desa Wisata di Jawa Tengah
Konsep desa wisata di Jawa Tengah sebenarnya sudah mulai berkembang sejak awal tahun 2000-an. Awalnya, hanya beberapa desa yang membuka diri untuk wisatawan dengan konsep sederhana: homestay dan pertunjukan budaya. Namun, seiring meningkatnya minat masyarakat akan wisata berbasis alam dan budaya, banyak desa kemudian mengembangkan diri dengan dukungan pemerintah dan komunitas lokal.
Kini, desa wisata pegunungan tidak hanya menjadi destinasi alternatif, tetapi sudah masuk ke peta wisata utama Jawa Tengah. Contohnya, Desa Dieng Kulon yang awalnya hanya desa pertanian kini dikenal dunia berkat festival budaya dan pemandangan alamnya yang eksotis.
Cerita Unik dari Desa Pegunungan
Selain keindahan alamnya, desa pegunungan di Jawa Tengah juga menyimpan banyak kisah menarik:
- Mitos Rambut Gimbal di Dieng
Anak-anak yang lahir dengan rambut gimbal dianggap titipan leluhur. Mereka akan diruwat melalui upacara adat yang sakral, diiringi doa, sesaji, dan arak-arakan budaya. - Legenda Gunung Merapi
Masyarakat sekitar Merapi percaya bahwa gunung ini dijaga oleh makhluk gaib. Hingga kini, tradisi Labuhan Merapi masih rutin dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan. - Tradisi Sedekah Bumi
Hampir setiap desa pegunungan memiliki ritual tahunan untuk mengucapkan syukur atas hasil bumi. Biasanya, warga menggelar kirab budaya, doa bersama, dan makan tumpeng.
Paket Wisata Desa Pegunungan
Banyak desa di Jawa Tengah sudah menyiapkan paket wisata terstruktur agar wisatawan lebih mudah menikmati pengalaman. Misalnya:
- Paket Wisata Alam
- Tracking sawah terasering
- Jelajah air terjun dan sungai
- Camping di hutan pinus
- Paket Wisata Edukasi
- Belajar bercocok tanam
- Workshop kerajinan bambu atau batik
- Edukasi lingkungan & konservasi
- Paket Wisata Budaya
- Menyaksikan kesenian tradisional
- Ikut serta dalam upacara adat
- Belajar memasak kuliner khas desa
- Paket Homestay
- Menginap di rumah warga
- Sarapan dengan menu tradisional
- Ikut kegiatan sehari-hari seperti beternak atau bertani
- banyak event terbaru di carteltoto
Dampak Ekonomi untuk Warga Desa
Kehadiran wisatawan tidak hanya memberikan pengalaman unik, tetapi juga membawa manfaat besar bagi masyarakat desa.
- Membuka Lapangan Pekerjaan Baru
Warga bisa menjadi pemandu wisata, pengelola homestay, pedagang kuliner, hingga seniman yang tampil di acara budaya. - Melestarikan Tradisi Lokal
Kesenian tradisional yang hampir punah kini hidup kembali karena sering ditampilkan untuk wisatawan. - Peningkatan Ekonomi Desa
Hasil bumi, kerajinan tangan, hingga kuliner desa kini memiliki pasar yang lebih luas. Wisatawan yang datang biasanya membeli oleh-oleh khas desa.
Wisata Desa Pegunungan yang Wajib Masuk Bucket List

- Desa Wisata Candirejo (Magelang)
Terletak dekat Borobudur, desa ini menawarkan pengalaman naik andong keliling pedesaan, melihat pertunjukan gamelan, dan belajar membuat makanan tradisional. - Desa Wisata Tlogoweru (Demak)
Terkenal dengan wisata burung hantu dan suasana desa yang asri, cocok untuk wisata edukasi. - Desa Wisata Ketenger (Banyumas)
Punya banyak curug (air terjun) indah, seperti Curug Telu dan Curug Gomblang. Cocok untuk wisata alam dan fotografi. - Desa Wisata Kembanglangit (Batang)
Menawarkan pengalaman jelajah hutan, kuliner kopi, serta budaya tradisional masyarakat setempat.
Tips Tambahan agar Wisata Lebih Maksimal
- Jangan hanya datang sehari → minimal 2 hari 1 malam agar bisa ikut aktivitas desa.
- Bawa kamera atau drone → banyak spot indah yang sayang dilewatkan.
- Ikut berbaur dengan warga → jangan sungkan untuk ngobrol, karena keramahan masyarakat desa adalah bagian dari pengalaman terbaik.
- Coba kuliner khas → makanan desa seringkali sederhana, tapi cita rasanya autentik dan tak tergantikan.
- Udara Segar dan Pemandangan Hijau
Desa-desa di pegunungan seperti Selo (Boyolali) atau Ngargoretno (Magelang) menawarkan udara bersih yang jauh dari polusi kota. Saat pagi hari, wisatawan bisa menikmati matahari terbit dengan latar Gunung Merapi atau Merbabu. - Air Terjun dan Sungai Alami
Banyak desa pegunungan di Jawa Tengah memiliki air terjun alami, seperti Curug Silawe di Magelang atau Curug Sewu di Kendal. Airnya jernih dan segar, cocok untuk rekreasi keluarga maupun healing pribadi. - Kebun dan Hutan
Desa-desa seperti di Wonosobo memiliki kebun sayur yang luas. Wisatawan bisa melihat langsung proses bertani kentang, cabai, atau kubis, bahkan ikut mencoba panen bersama petani.
Kehidupan dan Tradisi Lokal

Salah satu alasan mengapa wisata desa pegunungan begitu menarik adalah kesempatan untuk menyaksikan dan ikut serta dalam kehidupan masyarakat setempat.
- Aktivitas Sehari-hari
Warga desa biasanya bertani, beternak, atau menggarap kebun. Wisatawan bisa belajar cara menanam padi, memetik sayuran, atau memberi makan ternak. - Tradisi yang Masih Lestari
Di beberapa desa, wisatawan bisa menyaksikan kesenian tradisional seperti kuda lumping, gamelan, atau wayang kulit. Ada juga upacara adat seperti ruwatan rambut gimbal di Dieng yang menjadi daya tarik unik dan hanya ada di dataran tinggi Jawa Tengah. - Kuliner Desa
Jangan lewatkan kuliner khas seperti sego jagung, tempe kemul, atau wedang jahe yang hangat di malam hari.
Aktivitas Wisata yang Bisa Dilakukan
Berlibur ke desa pegunungan tidak hanya sekadar melihat pemandangan, tetapi juga ada banyak aktivitas seru yang bisa dicoba:
- Trekking dan Hiking
Banyak desa pegunungan menjadi pintu masuk jalur pendakian. Misalnya Desa Selo di Boyolali yang terkenal sebagai jalur pendakian Gunung Merapi dan Merbabu. - Wisata Edukasi Pertanian
Cocok untuk anak sekolah, mereka bisa belajar cara bercocok tanam, mengenal jenis sayuran, hingga memahami ekosistem alam. - Workshop Kerajinan dan Kuliner
Beberapa desa menawarkan workshop membatik, membuat kerajinan bambu, hingga belajar memasak makanan tradisional. - Menginap di Homestay Warga
Homestay menjadi daya tarik utama. Wisatawan bisa merasakan langsung tinggal bersama warga, makan dengan menu rumahan, hingga berinteraksi dalam kegiatan sehari-hari.
Rekomendasi Desa Wisata Pegunungan di Jawa Tengah
- Desa Wisata Dieng (Banjarnegara & Wonosobo)
Terkenal dengan dataran tingginya, Dieng menyuguhkan keindahan alam kawah, candi kuno, dan tradisi ruwatan rambut gimbal. - Desa Wisata Selo (Boyolali)
Terletak di antara Gunung Merapi dan Merbabu, desa ini punya pemandangan spektakuler dan udara super sejuk. - Desa Wisata Ngargoretno (Magelang)
Dekat dengan Candi Borobudur, desa ini menawarkan wisata budaya, kerajinan, hingga pertunjukan kesenian tradisional. - Desa Wisata Kalibiru (Kulon Progo, perbatasan Jateng-DIY)
Meski administratif masuk DIY, desa ini sering jadi pilihan wisatawan Jateng. Spot fotonya ikonik dengan latar Waduk Sermo. - Desa Wisata Jlegong (Purbalingga)
Cocok untuk wisata keluarga dengan pemandangan pegunungan dan fasilitas edukasi alam.
Tips Berwisata ke Desa Pegunungan Jawa Tengah
- Pilih Waktu yang Tepat → Musim kemarau (Juni–September) biasanya lebih cerah dan aman untuk trekking.
- Siapkan Pakaian Hangat → Malam hari di desa pegunungan bisa sangat dingin, bahkan suhunya di bawah 10°C.
- Gunakan Alas Kaki Nyaman → Banyak jalur desa berupa tanah atau bebatuan, jadi sebaiknya pakai sepatu trekking atau sandal gunung.
- Hormati Warga Lokal → Jaga sopan santun, jangan buang sampah sembarangan, dan hargai tradisi desa.
- Bawa Uang Tunai → Beberapa desa belum memiliki akses pembayaran digital, jadi lebih aman membawa uang tunai.
Kesimpulan
Wisata desa pegunungan di Jawa Tengah bukan hanya tentang jalan-jalan, tetapi juga tentang pengalaman hidup. Dari keindahan alam yang menenangkan, tradisi budaya yang unik, hingga keramahan warga desa, semuanya memberikan kesan mendalam.
Bagi kamu yang ingin liburan berbeda dari biasanya, wisata desa pegunungan di Jawa Tengah bisa jadi pilihan terbaik. Cocok untuk wisata keluarga, edukasi sekolah, maupun perjalanan solo untuk healing dan mencari inspirasi.